Archive for September, 2008

Yen ing tawang ono lintang

yen ing tawang ono lintang cah ayu

aku ngenteni tekamu

marang mego ing angkasa nimas

sun takokke pawartamu

janji-janji aku eling cah ayu

semedhot rasaning ati

lintang-lintang ngiwi-iwi nimas

tresnaku sundul riyadi

dek semono janjimu disekseni

mego kartiko kaire roso tresno asih

yen ing tawang ono lintang cah manis

rungokno tagising ati

pinerung swara ning ratri nimas

ngeteni mbulan ndadari 2x

Artinya :

Ketika di langit ada bintang, ‘Dik sayang

aku menunggu kedatanganmu

pada mega di langit, ‘Dik

kutanyakan kabar beritamu

Janji-janji aku ingat, ‘Dik sayang

tersedot rasa di hati

bintang-bintang memanggilmu, ‘Dik

menunggu bulan purnama

Reff: Kala itu, janjimu disaksikan

langit bintang, diiringi

rasa cinta yang begitu besar

Ketika di langit ada bintang, ‘Dik sayang

dengarkan tangisan hati

bersamaan dengan suara malam, “Dik

cintaku jauh setinggi langit

KerjA Kelompok (yg serasa bukan)

hari yang beraaaaaaaaaaat

Gara2 mata yang masih pedih, merah dan berair ditambah saya terserang batuk (mungkin gr2 debu jg, tp yg pasti sih kebanyakan ngerokok jg. wkwkwkwkwk) saya merasa sangat malaaaaaassssss untuk melakukan apa2, tetapi karena uda janjian ma intan&rieke untuk kerja klompok saya harus menguatkan niat untuk pergi ke kampus. Btw kynya sakit ini kok bertubi-tubi yak?? pertama sakit mata, trus sekarang batuk kering sama bdan agak panas, bener2 keajaiban ramadhan (wkwkwkwk — mungkin akunya yg kebanyakan dosa yak??)

Hari ini saya berangkat kekampus setelah Jumatan dirumah, sekitar jam 1 kurang 20. kelompok kami (saya, rieke, dan intan) sudah janjian untuk ketemuan jam 1. perjalanan dari rumah ke kampus butuh 15 menit, jadi sampe sana pas. Nah pas sampe sana (kampus) saya langsung menuju TU yg kerap jadi tempat nongkrong anak2. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 13.04, tidak ada tanda2 penampakan kedua cewe itu, maka saya menelpon rieke…….. tuuuuut (nyambung)

“halo, ooooiya bentar mas, aku masi lg jalan kesana, tungguin yaaaa”kata rieke.

“okok”kataku sambil menutup telpon.

eh, yang nongol duluan si Intan (btw, si intan ini Lucu jg lho anaknya, chubby2 piyeee gitu). dia ternyata slese asistensi konseling (jadwal asistensi konseling ini hari jumat jam 11-13 ato sabtu jam 7-9), aku ama rieke ambil sabtu, si Intan yg jumat.

NAH, waktu ngobrol tu si Intan senyam-senyum terus ngomong “ADA KABAR BAEK LHOO!!”

“Apaan??” tanyaku

“Kan aku ikut asistensi sekarang, naaaaaaah itu ternyata tugasnya dibahas, jadi aku uda tau harus bikin apa. Nih uda jadi, tinggal diketik doang” kaa Intan.

“WaW enak yak, jadi kita tinggal ngetik ini?” kataku

Intan belum sempet ngomong, rieke dateng trus ngomong “udah tugasnya aku aja yang ngerjain ya”

aku udah mulai bingung nih, uda dalam kondisi agak demam, batuk, mata perih udah bela2in dateng kekampus buat kerja kelompok kok kayaknya ada itikad nggak jadi kerja kelompok.

“Hlo kamu ndak usah ngerjain tugasnya ini lho aku udah slese” kata Intan

“Iya tapi aku kmaren suda ngerjain, kan aku anak pintar hehehehe” kata Rieke

“Hlooooo, ini lho buatanku sesuai bimbingan asisten dan udah bener, kan tadi aku ikut asistensi, anak pinter juga kan” kata Intan

“Hehehehe, aku juga ngerjainnya nyontek anak yang uda ambil konseling taon lalu kok” kata Rieke

abis itu mereka berdua heboh sndiri, sambil ketawa ketiwi. (wew, aku jadi bingung)

abis itu, mereka menoleh kearah aku berdiri, dan hampir serempak bertanya “hlo, emang mas sekarang ndak ada kuliah laen tah?” “ndak cuman mo kerja klompok doang” kataku. Dan hampir bersamaan pula mereka menyahut “Waaaaaaah, maap ya maaaaasss, jadi ngrepotin pake harus dateng kesini”

DHUEIEEEEEENGGG!!!! agak bingung melukiskan perasaan saat itu, uda badan agak demam, mata sakit, batuk pula, harus memupuk niat besar untuk menerjang panas dan debu untuk kerja kelompok hanya untuk tidak kerja kelompok dan tugasnya ada yang ngerjain pula. Bingung harus merasa apa toh.

Jadi yang terjadi setelah itu singkatnya sih, rieke yang ngetik tugasnya dan sumbernya dari Intan trus aku ndak ngapa-ngapain. uda gitu mereka pake minta maap terus pula karena aku harus dateng—yg benernya nggak perlu (entah knapa aku merasa sangat tidak dibutuhkan yak T_T)

(menghembuskan nafas panjaaaang) yah, sudahlah. apapun yang terjadi mereka tetap menjadi dewi penyelamat saya (walaupun tidak butuh saya T_T).

jadi hikmah yang bisa diambil hari ini adalah “Niatlah untuk melakukan sesuatu yang engkau janjikan, dan pasti ada keringanan dan bantuan yang menyertaimu” (walupun mungkin bantuannya kebanyakan siy. wkwkwkwkwk)

iritasi mata

sakit mata sih

wew, begitu merah dan berbelek perih pula. tersiksa saya. ndak bisa kemana-mana, dirumah mulu membosankan.

mungkin semua ini terjadi gara2 2 minggu ini saya pake helm tanpa kaca. di SBY akhir2 ini entah kenapa lg musim debu yak?? mungkin gr2 sering dicolok-colok sama debu jalanan mata saya ngambek, sekarang buang kotoran berlebihan.

ini aja ngetik sambil menitikkan air mata (gitu ya masi dilanjutin, ndak istirahat aja—efek bosen sih)

obat apa yg mujarab yak???

KULIAH PERTAMA(setelah vakum 2taon) part 3

Yak, mari kita lanjutkan ke Listening

pertama-tama, kita harus membedakan antara Listening & Hearing. sayangnya di Indonesia arti untuk kedua kata tersebut sama, yaitu mendengarkan. seharusnya beda antara kedua kata tersebut adalah :

Hearing: hanya sekedar mendengar suara secara sekilas tanpa proses pemahaman. contohnya adalah setiap hari kita mendengar banyak suara (tukang baso, kucing ngeong dikejauhan, dll)

Listening. sedangkan arti untuk kata ini adalah mendengarkan disertai pemahaman terhadap apa yg didengarkan. contoh: teman curhat pada kita, maka proses yg terjadi adalah kita melakukan Listening, kita mendengarkan dosen mengajar dan lainnya.

Nah, dalam topik ini kita diharuskan untuk belajar Active Listening — yaitu mendengarkan secara penuh dan akurat. Jadi sebagai konselor yang baik kita harus berusaha untuk selalu mendengarkan cerita Klien.

Beberapa contoh Inadequate Listening (proses Listening yg tdk baek) :

  1. Non-Listening = ndak ndengerin blas!!
  2. Partial Listening = hanya ndengerin bagian2 yg menurut konselor penting (tdk bs menangkap makna secara utuh)
  3. Tape-recorder Listening = Terlalu sibuk mencatat apa yg dikatakan klien
  4. Rehearsing = pada saat klien bercerita konselor sibuk memikirkan apa yg akan dikomentari

Mengapa Inadequate Listening bisa terjadi, beberapa faktor yg mempengaruhi adalah:

  • Ketertarikan konselor thd klien — karena klien cantik ato ganteng jd ndak konsen
  • Kondisi fisik konselor — mungkin konselor lagi sakit
  • Maslah pribadi konselor — konselor juga manusia, bisa punya masalah seperti orang laen
  • sikap tanggap berlebihan — sok perhatian, pengen kliatan aktif (lebay lah)
  • kemiripan masalah — konselor pernah mempunyai masalah sama dengan klien jdnya kurang objektif
  • perbedaan — Latar belakang budaya, usia, ekonomi, dll

Setelah tahu apa itu Inadequate Listening, mari kita beralih ke proses yang dianjurkan, tetapi sebelumnya harus diingat tahapan proses konseling adalah dengan membentuk sikap tubuh dulu PnV, memperhatikan PnV klien, lalu membuat klien nyaman, setelah itu Active Listening kita buat ke ON.

Active Listening seperti apa yang baik? tentunya yang bersifat Empati bukannya simpati. weks!! apa bedanya? bedanya adalah klo simpati itu ikut larut dalam emosi (klo klien nangis kita ikut nangis, klo marah ikut marah), sedangkan klo empati itu memahami secara objektif tanpa kehilangan perasaan (jadi memahami cerita klien dengan perasaan yg terkontrol dan natural bukan kaku)

Lalu setelah kita mampu melakukan hal2 tersebut, apa sih yang perlu didengarkan dari cerita klien???

Yang pasti adalah pesan verbal yang berupa cerita klien, sudut pandang klien, keputusan2 klien, rencana tindakan klien, sumber daya dan kemungkinan klien.

Dari cerita klien, ada 3 kategori yg bisa dipilah. yaitu pengalaman, perilaku dan perasaan klien.

  • Pengalaman — apa yg terjadi padanya dan diluar kendali. contoh external: “istri saya tidak pernah memahami saya”, contoh internal: “saya tidak bisa berhenti memikirkan dia”.
  • Perilaku — apa yang ia lakukan/gagal/tidak dilakukan. contoh external :”ketika dia memaki saya, saya balas memakinya”. Contoh internal: “ketika dia mengabaikan saya, saya memikirkan cara untuk membalasnya”.
  • Perasaan — emosi dan suasana hati yang terkait dengan pengalaman dan perilaku. contoh external :”saya sering menyesali diri sendiri sejak ia pergi meninggalkan saya”. contoh internal: “saya sering merasa bersalah setelah bertengkar dngan suami saya”

Selain mendengarkan pesan verbal, kita juga perlu memperhatikan pesan nonVerbal karena pesan non Verbal dapat menjelaskan/memodifikasi pesan verbal. beberapa karakter pesan non verbal:

  1. Confirming/Repeating : mengucapkan “ya” sambil mengangguk
  2. Denying/confusing: apa yg dikatakan dan perilaku yg tampak berlawanan (bilang sedih tapi senyamsenyum)
  3. Strengthening/emphasizing/adding intensity : suara yg meninggi ketika marah
  4. Controling/regulating: mengaturarah percakapan.

setelah kita paham apa itu Listening. Kita dapat menemukan hal2 penting dalam proses ini, yaitu menemukan pesan dan perasaan utama, menemukan adanya kesenjangan, distorsi & disonansi yg terjadi pd klien, menemukan hal penting yang hilang dari cerita klien, lalu kita dapat memperhatikan ke konteks yg lebih luas.

TERAKHIR.

bentuk2 distorded Listening

  1. Filtered Listening : hanya mengambil info penting menurut konselor (dpt menimbulkan bias)
  2. Evaluative Listening : banyak penilaian yg muncul — dengan resiko implikasi memberi nasihat
  3. Stereotyped-based listening : mirip dg Labeling/kategorisasi pada klien (kynya klienku ini termasuk golongan koruptor deh)
  4. Fact-centered : hanya mengumpulkan fakta tentang klien bukannya memahami klien
  5. Sympathetic Listening : uda ndak pake empati lagi
  6. Interrupting : terlalu bersemangat menanggapi — mengganggu proses cerita

SELESAAAIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII

fyuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhh, kriting jariku coy!

yak, itulah apa yg saya dapet pada kuliah kmaren. moga2 klo ada yg baca ini bisa bermanfaat. wwkwkwkwk

— pesan hari ini. CURHAT itu bisa jadi runyam klo kita pake perasaan simpati aja lho, jd siapa yg punya profesi tempat curhat mungkin bs menerapkan metode diatas ^_^ —

KULIAH PERTAMA(setelah vakum 2taon) part 2

masi berkaitan dengan kuliah pertama saya, saya ingin sharing sedikit tentang apa yg diajarkan dalam pertemuan kmaren. Tujuan saya menulis ini tidak lain karena ingin membagi ilmu kepada siapapun yg membaca ini dan jg membuat saya semakin paham –wkwkwkwkwk, aslinya ndak ada bahan bwt nulis—-

GARIS BESAR MATERI

Ehm…… karena mata kuliah ini psikologi konseling, maka yg dibahas kali ini mengenai ATTENDING & LISTENING, dua hal ini termasuk dalam basic communication skill.

Attending adalah mengarahkan diri/mengorientasikan diri pada klien. jadi memberi perhatian baik secara fisik maupun psikologis kepada klien.

dalam Attending ini dibahas tentang perilaku non-verbal (selanjutnya disebut PnV). yg termasuk dlm PnV adalah sikap&gerakan tubuh, perilaku mata, ekspresi wajah, suara, dll. fungsi dari PnV ini antara lain 1.mengatur pembicaraan (dalam percakapan, jika salah seorang , 2.mengkomunikasikan emosi (marah disertai ekspresi seram), 3.memodifikasi pesan2 verbal , dll

ketrampilan non-verbal yg penting dalam Attending adalah (SOLER)

1. Squarely, sikap tubuh yg menunjukkan keterlibatan dalam percakapan

2. Open, sikapt tubh terbuka, tidak defensif

3. Lean, sikap tubuh fleksibel (condong dan menjauh) — mencerminkan mental yg fleksibel

4. Eye contact, jangan disamakan dengan staring (menatap terus menerus)

5. Relaxed/natural, melakukan gerakan yg nyaman dan alami (tidak kaku dan dipaksakan)

Jadi inti dari Attending adalah, bagaimana kita (sebagai konselor) mampu memposisikan diri sebagai konselor yang menerima, memahami klien dan mengorientasikan diri pada klien. untuk menerima dan memahami klien, langkah awal adalah memperhatikan PnV klien dan mengatur PnV kita agar membuat klien nyaman.

ok, sekian untuk penjelasan Attending selanjutnya tentang Listening

KULIAH PERTAMA(setelah vakum 2taon) part 1

Hari Rabu 03092008, merupakan hari pertama saya masuk kuliah lagi setelah 2 tahun vakum (ini pun uda pertemuan ke-3–saya bolos 2 pertemuan). Perasaan gugup, cemas, malu dan berdebar-debar menghunjam dada bertubi-tubi, gugup karena ini merupakan kuliah pertama, cemas karena takut ndak lulus lg (ini uda yg ke 3kalinya), malu karena saya jadi yg paling tua dan pasti ndak ada yg kenal (maklum beda usia rata2 uda 3-4 taunan T_T) dan berdebar-debar karena ini seperti jd mahasiswa baru lagi.

mata kuliah yang saya ambil adalah psikologi konseling kp A, 3sks, dengan jadwal asistensi jumat 11.00-13.00 atau sabtu 07.00-09.00. jadwal asistensi ini jg bikin pusing setengah mampus. lha gimana, jumat jam segitu ada Jumatan, lha kalo sabtu jam segitu saya sangat tidak yakin mampu bangkit dari kubur eh tidur (dasar pemalas wkwkwk)

Ternyata eh Ternyata

beberapa saat setelah kelas dimulai, kami disuruh melakukan role-play konseling dengan kelompok, saya baru tau ternyata minggu kmaren uda dibentuk klompok. WEKS!! BLINGSATAN coy!!! langsung clingukan cari anak yg sama nasibnya. ketika harapan hampir sirna, ternyata eh ternyata ada kelompok yg salah satu anggotanya ndak dateng. jadilah aku mengemis minta gabung walau cuman sementara. Untunglah mereka mau, bener2 malaikat dah btw nama mereka intan dan rieke (angkatan 2005 bo’).

fyuuuuuh…… cape jg nih ngetik.

jadi hikmah yg bisa ditangkap hari ini adalah, hadapilah ketakutan, kecemasan, malu dengan berani dan positif niscaya anda akan menemukan bantuan tak terduga.

—-selamat menunaikan ibadah puasa—-


 

September 2008
M T W T F S S
     
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Archives

Recent Comments

Blog Stats

  • 4,379 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.